TIPS SNORKELING UNTUK PEMULA YANG TIDAK BISA BERENANG

Acara liburan kemarin kemana aja, Mak? Hayoo siapa nih yang udah pernah menyelam terus ketemu ikan-ikan di indahnya terumbu karang? Nah, ngomongin soal menyelam atawa snorkeling, saya jadi inget pengalaman kemarin. Saya ini kan orang gunung, Mak, kalo liat laut tuh kayak gimana gitu. Selalu berasa menemukan sesuatu yang baru. Walaupun yeahh saya udah seringkali ke laut sih. Tapi setiap ngeliat laut bawaannya jadi baper dan kepo pengen tahu dalemnya kayak apa. Tapi bukan yang laut dalam lho ya. Takut ada hiuuuu. Hiii… jadi inget anak masih kecil-kecil. Dududu..      

Hingga suatu hari saya ngeliat foto-foto di medsos tentang seseorang yang bermimpi pengen jadi juara scuba diving. Dan akhirnya mimpi itu jadi nyata. Nah, ternyata mimpi itu menular ke saya, Sodara. Tapi tenang aja, saya cuma ingin menyelam aja, nggak pengen sampe jadi juara scuba diving segala. Lha wong bisa ngambang di laut aja saya udah bersyukur banget. He..he.. Agak surprise juga akhirnya saya bisa menyelam di antara ikan-ikan dan terimbu karang. Yeee… Secara selama ini saya tuh ke laut ya paling banter duduk ndoprok di kapal atau perahu. Apalagi saya kan gak pandai berenang. Paling banter berenang di sungai belakang rumah yang dalemnya semeteran jadi nggak mungkin tenggelam. Haish! Saya sempat bilang sama Allah, ya Allah saya pengin nih snorkeling di laut, tapi kan saya nggak bisa berenang? Gimana caranya? Lha kok ternyata ndilalah ketemu fakta baru, SNORKELING ITU GAK HARUS BISA BERENANG sodara-sodara! Betapa senengnya saya. He..he.. rasanya tuh kayak menang arisan Tupperware, Makk.   Saya pengen merasakan asinnya air laut di tubuh saya. Dan keturutan! Tubuh saya asin banget. Kayaknya luar dalam asinnya, sih. Lha wong pas nyoba nyebur pertama kali langsung kedelep sambil minum air laut glegek beberapa kali. Ha..ha.. kalo inget ini saya jadi bersyukur bisa segera pulang dan mandi air sumur. Karena ternyata air laut itu lengket di badan dan nggak enak banget. Selama tiga hari berada di sana rasanya kulit lebih gosong dan rambut jadi lepek. Awalnya emang nggak mudah sih nyemplung ke laut untuk pemula yang baru pertama kali snorkeling kayak saya. Bayangin kita jadi kayak kecilll banget di lautan yang luas. Kemana-mana cuma ada air. Subhanallah. Saya cuma modal doa aja komat kamit moga nggak tenggelam. Padahal Pak Penjaga lautnya udah bilang nggak mungkin tenggelam. Alasannya, kadar laut yang terlalu tinggi bikin kita ngapung di lautan. Apalagi ditambahin pelampung. Jadi aman, sodara! Tapi namanya mindset itu ngubahnya nggak semudah membalik pampers di pantatnya dedek bayi. Apalagi ngubah mindset cuma sehari, yo nggak mungkin toh. Sulitttt. Untungnya saya biasa ambyos-ambyosan di kali waktu kecil. Mandi kum-kum sampai badan jadi item dan rambut memerah. Kata Emak saya, anaknya mirip regul kalo udah nyemplung di kali. Tahu regul, Mak?  Itu lho binatang kecil yang bentuknya kayak siput di dalam air. He..he.. Nah, pengalaman ini bikin saya sedikit  terbantu untuk mengubah mindset takut tenggelam. Itu juga yang bikin saya akhirnya berani dan ketagihan terjun langsung dari dek kapal ke lautan bebas. Wiii.. semriwing, Mak. Deburan air muncrat kemana-mana saat saya bener-bener terjun bebas langsung dari dek kapal. Sampai aksi spektakuler (versi saya) ini di shoot sama Pak Penjaga. Maklum jarang-jarang ada emak-emak  pake jilbab gede ambyos dari dek, sementara yang lain pada bingung cari pegangan biar nggak tenggelam. Speechless sayyah. Ha..ha.. bagaimana tidak, saya yang biasanya paling banter cuma ngider ke pasar besar, sekarang bisa ngider di lautan.   Okey, dari tadi mungkin Emak nunggu-nunggu nih, tipsnya mana? He..he.. sabar , Mak. kita mulai dari definisi snorkeling dulu ya. Snorkeling sebenarnya merupakan kegiatan berenang atau menyelam di permukaan laut dengan menggunakan alat yang bernama alat snorkel  (alat bernafas berbentuk J), serta sebuah masker yang berfungsi melindungi mata dan hidung dari air. Nah, kalo kita pengin berenang lebih leluasa di laut bisa pakai kaki katak ( fins ),  kaki katak inilah yang berfungsi sebagai  dayung saat snorkeling. Kegiatan snorkel sendiri sebenarnya lebih pada kemampuan mengapung di air.  Jadi saat snorkel, kaki dan tangan diam saja ya nggak usah banyak gerak. Kecuali kita ingin pindah lokasi, barulah kaki dan tangan mengayuh menuju ke lokasi yang kita inginkan. Usahakan posisi kepala menunduk bukan melihat ke arah depan, tapi melihat ke bawah karena ini akan sangat membantu tubuh tetap stabil mengapung. Akan lebih baik jika posisi tubuh terlentang dengan wajah mengarah ke dalam air. Nah, ini dia persiapan yang perlu kita lakukan sebelum menyapa si Nemo dan teman-temannya. Pertama, cek peralatan dan cara pemakaian. Sebelum melakukan snorkeling, periksa terlebih dahulu kondisi peralatan dibutuhkan, seperti masker dan tabungnya. Cek juga apakah snorkel masih layak pakai atau ada yang bocor.  Tanyakan bagaimana cara menggunakan alat-alat tersebut dengan benar pada ahlinya. Santai aja, biasanya selalu ada petugas yang siap membantu kapanpun kita butuh. Nah, Emak yang punya rambut panjang, kuncir terlebih dahulu agar tidak mengganggu pemandangan. Yang pake jilbab bisa? Ouw, bisa banget. Yang pasti pake jilbab yang pas, nyaman dan tidak gampang lepas kemana-mana saat menyelam. Lebih baik memakai baju renang yang memiliki penutup rambut. Banyak kok di jual di pasar. Pakai masker senyaman mungkin jangan terlalu kencang ataupun longgar. Ini untuk menghindari timbulnya embun yang menghalangi pandangan. Pastikan memakai masker dengan benar karena ini penting. Salah sedikit air bisa masuk ke area wajah. Jika masuk ke mata rasanya perih sekali. Saya kemarin waktu awal-awal nyemplung, belum bisa beradaptasi jadinya kacamata selamnya kemasukan air dan masuk ke mata. Perih. Seperih hatimu yang kehilangan tutup Tupperware, Mak. Tips kedua , usahakan snorkeling bersama dan jangan terlalu jauh Saat melakukan snorkeling, jangan sampai terlalu jauh dari teman atau rombongan. Terkadang karena terlalu menikmati, jadinya lupa sudah berenang terlalu jauh. Ingat kita di tengah laut, kalo nyasar gak bakalan ada si Babang Gojek yang mau jemput. Tips ketiga, biasakan napas dengan snorkel. Intinya belajar beradaptasi dulu sama alatnya. Sebelum melakukan snorkeling, sebaiknya kita melakukan latihan terlebih dahulu bernapas dengan snorkel. Gunanya untuk membiasakan agar kita gak kikuk bernapas dengan snorkel nantinya. Keempat, buat diri kita senyaman mungkin di dalam air. Mulailah dengan mengangkat kaki dari dasar dan posisikan tubuh telungkup menghadap ke bawa. Buka kaki dan tangan sedikit lebar dan cobalah untuk menyeimbangkan dan mengapung di atas air. Bernapaslah melalui mulut sambil ayunkan kaki seperti gerakan renang gaya bebas. Kelima, Masker dan snorkel harus clearing. Jangan bingung  jika ada air laut yang masuk ke dalam snorkel. Hal ini bisa jadi dikarenakan ombak yang tidak menentu. Cara membersihkannya, kita tidak perlu keluar dari air, cukup menarik nafas panjang, lalu hembuskan kuat-kuat dengan mulut sampai air keluar melalui corong snorkel karena dorongan udara. Setelah itu kita bisa bernapas lagi dengan normal. Apa pun yang terjadi jangan panik. Kondisi panik hanya akan menguras energi. Keenam, perhatikan keadaan sekitar, ya. Walaupun snorkeling itu asyik tapi jangan samapi membuat kita lengah. Tetap perhatikan kondisi sekitar, lihat arus gelombang laut untuk menghindari arus yang kencang.  Ingat! Jangan jauh dari teman atau rombongan, dan jangan sampai menginjak karang atau bulu babi. Ada beberapa karang yang berbahaya jika kita sentuh. Dan yang terpenting,  Jangan panik!  Tetaplah tenang jika air masuk ke snorkel atau masker, seimbangkan posisi tubuh dengan menggunakan kaki katak atau fin sebagai penyeimbang. Tahu kan Emak-emak nih spesies paling hobi jejeritan dan heboh sendiri kalau udah panik. Tips yang terakhir, tetap menjaga kelestarian alam. Selain menjaga keselamatan diri,  kita juga harus menjaga kelestarian alam bawah laut. Jangan sampai  merusak terumbu karang ataupun biota laut lainnya. Jangan membuang sampah sembarangan, dan yang terpenting jangan mengambil apa pun dari bawah laut Saya sempat surprise saat memegang bintang laut berwarna biru. Awalnya saya merasa ini binatang tapi kok kayak mainan karet. Bener-bener kayak mainan karet. Sempat di bawa naik ke atas perahu trus satu persatu kami jadi pengen ‘nyentuh’ si Patrick ini. Nggak bisa lama-lama sih, karena maksimal dua jam si bintang laut harus kembali pulang ke air. Kalo nggak dia bisa mati.  Seandainya nggak inget tips terakhir ini, udah saya bawa pulang si Patrick buat ditunjukin ke orang-orang. He..he..

tips snorkeling untuk pemula yang tidak bisa berenang

Anyway, by the way, snorkeling ini aktifitas yang ngeri-ngeri syedap. Awalnya kayak ngeri tapi begitu kita udah bisa nyelam, wow! Kayak berasa terdampar si surga yang indah banget. Nggak ada yang bisa kita ucapkan selain Subhanallah, Allahlah sebaik-baik pencipta. Bagaimana tidak? Ada ratusan ikan berwarna-warni siap menyambut kita. Seandainya mereka bisa ngomong, mungkin mereka bakalan bilang, “Welcome in my home.” Dan saya bak tamu kehormatan akan menjawab, “Yes, it’s a beautiful home. So beautiful you are.” Luasnya laut mengingatkan kita betapa kecilnya manusia. Dalamnya laut mengingatkan kita betapa sedikitnya kita bersyukur. Lalu nikmat manakah lagi yang kita dustakan? Eh, yang punya pengalaman snorkeling bisa nambahin tipsnya lho. Sampai ketemu di laut!

tips snorkeling untuk pemula yang tidak bisa berenang

 

2 thoughts on “TIPS SNORKELING UNTUK PEMULA YANG TIDAK BISA BERENANG

  1. Walah keren mbak saya kalau berani nyebur ke laut snorkeling kayak mbak mungkin jadi salah satu pencapaian luar biasa dalam hidup hahaha. Secara saya nggak bisa berenang dan yang pasti takut tenggelam hehehe. Intinya jangan panik ya dan ikuti intruksi petugasnya. Mudahan keturutan snorkeling suatu hari nanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.